OPEN HOUSE PENDAMPING
Apa yang dilakukan saat open house???
Pemilik rumah membuka gerbang dan pintu rumah serta menerima tamu untuk mengenal pemilik rumah dan melihat-lihat sebagian isi rumah sang pemilik. Sang tamu setelah berjabat tangan dengan sang pemilik biasanya akan mengamati isi rumah dan berbagai aktifitas lainnya. Demikian juga pada open house pendamping. Pendamping membuka “rumahnya” dan mengijinkan “tamu” untuk mengenal sedikit tentang pendamping dan mengamati pendamping lebih dekat dengan segala ceritanya.
Khusus untuk open house pendamping, sang tamu akan dibawa lebih dekat daripada model open house di tempat pejabat pada umumnya. Sang tamu akan dibawa mengenal pendamping dari teras, ruang depan/tamu, ruang keluarga sekaligus ruang makan, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi beserta sedikit cerita dari masing-masing ruang.
Cukup enam lokasi untuk mengenal sekilas keluarga pendamping ini.
Teras: teras merupakan wajah suatu rumah dan dari teras orang dapat memandang bagian luar rumah. Teras yang baik umumnya menggambarkan kondisi fisik rumah yang baik. Terkadang ada bagian teras yang nampak kurang rapih, umumnya di tempat yang kurang terlihat secara sekilas, namun bila diamati lebih seksama maka akan terlihat kekurangannya. Pada ruang teras pendamping, sang tamu akan melihat sekilas bahwa pendamping bagaikan orang yang memiliki banyak atau minimal salah satu kelebihan sebagai orang yang baik, suci, tahu banyak alkitab, mengerti ajaran gereja, hapal banyak lagu-lagu rohani, agamawan, perhatian, berkorban, tulus, cerdas, berwibawa, berkarisma, tempat yang pantas untuk curhat, menyenangkan, lucu, imut, cute, bahkan tampan atau cantik dan menarik sehingga pantas untuk dijadikan target adik dampingan, namun tetap saja ada beberapa kekurangan/cacat pendamping yang tampak. Terkadang ada pendamping yang terlihat eksklusif, menyebalkan meski dalam hatinya tidak bermaksud begitu, kurang menyenangkan karena motivasi awalnya yang salah sehingga perilaku pendamping tersebut berat sebelah baik terhadap adik dampingan maupun terhadap sesama pendamping, atau ada pendamping yang tidak memiliki satupun kelebihan di atas (tapi pasti ada yang lain). Hal itu terjadi karena itulah bentuk terasnya setiap pendamping yang unik untuk tiap individu.
Ruang depan: tempat menerima tamu dan berkomunikasi lebih dalam dengan para tamu. Di tempat ini pendamping disibukkan dengan “melayani” adik dampingan dari mulai kuliah, pendampingan, pembinaan, retret, pelatihan pendamping, mendampingi mencari danus untuk kegiatan-kegiatan tersebut terutama retret, relasi dengan wadah lainnya (PMKRI, Kemaki, dll), pengumuman saat kuliah dan kegiatan lain, bahkan sampai curhat adik dampingan yang terkadang memunculkan sinyal-sinyal cinta. Di ruang ini pendamping dituntut siap menerima tamu setiap saat dari pagi sampai pagi, diganggu waktu belajarnya, tidak menikmati libur yang seharusnya merupakan waktu istirahat/tidur. Terkadang ada kesalah pahaman antara pendamping baik sebagai individu maupun sebagai tim dengan para tamu, namun sesama pendamping biasanya saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan agar tetap kuat menghadapi banyaknya tamu serta beragamnya kemauan mereka.
Ruang keluarga/makan: merupakan suang semi privasi, tempat semua anggota keluarga berkumpul untuk saling bercakap-cakap dan atau makan bersama, ruang ini terkadang dipakai untuk menjamu tamu. Ruang ini dipakai pendamping saat rabuan, rakor, upgrading, dan evaluasi maupun perencanaan berbagai kegiatan. Terkadang ada dari luar pendamping yang sengaja datang hanya sejenak untuk menyampaikan sesuatu hal lalu pergi lagi. Banyak hal dibuka-meski tidak semua-dan didiskusikan di ruang ini: rencana, realisasi, keberhasilan, kegagalan, masalah, solusi dan saran, bahkan perayaan ulang tahun atau lulus sidang, dll. Di ruang ini sering terjadi perbedaan pendapat bahkan sampai berlarut-larut melewati jam 12 malam. Ada pendamping yang marah dan bahkan meninggalkan ruang ini, ada yang dicela baik pribadinya maupun materi hasil olahan yang diusulkannya, ada yang usulnya dimentahkan sehingga pendamping yang mengolah materi tersebut jadi jatuh mentalnya (turun moril), ada yang dianggap tidak ada atau minimal dianggap tidak penting, ada yang pendapatnya tidak diperhatikan, bahkan seringkali tidak memperhatikan yang sedang berbicara sehingga suatu pernyataan atau pertanyaan harus diulang berkali-kali atau yang berbicara menjadi kesal bahkan marah. Seringkali kesalahan yang sama berulang setiap tahun atau bahkan dalam satu tahun kegiatan pendamping. Ada saja pendamping yang jarang datang ke ruang ini, entah karena mereka takut, malas, tidak betah, merasa tidak diperlukan, merasa tidak diperhatikan, sedang marah, sedang bermasalah dengan pendamping lainnya, bukan prioritas, sibuk, lagi patah hati, dll. Mereka hanya sampai pada ruang depan saja untuk menyapa tamu lalu akan melewati ruang makan untuk ke ruang dapur, kamar tidur, kamar mandi atau bahkan langsung keluar rumah. Namun ada juga pendamping yang menyukai ruang ini karena bisa saling bertemu, bertegur sapa, saling mendukung, bercanda, mengeluarkan idenya, bergosip, curhat, jualan, menemani ngenet, bahkan sambil menjalin cinta.
Ruang dapur: merupakan tempat peralatan memasak dan kegiatan memasak. Pada tempat ini pendamping sibuk mengolah masakan berupa materi yang telah dirancangkan di ruang keluarga dengan segala alat dan bahan berupa literatur serta informasi lainnya dan saling berdiskusi. Selain itu juga pendamping sibuk mencari dana dengan segala metodenya. Pada ruang ini pendamping belajar mengolah materi yang baik, mencari dana yang inovatif, kreatif, dan aktif, dll. Banyak materi yang bagus dihasilkan melalui ruang ini. Banyak dana juga telah terkumpul sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Sayangnya ada saja materi yang kurang baik dan pencarian dana yang kurang optimal karena ada pendamping yang kurang berusaha lebih keras, plin-plan, tidak bertanggung jawab, lari dari tugasnya, merasa tidak mampu, ingin cepat jadi (serba instan), malas mempelajari kesalahan yang terjadi pada masa lalu, dan enggan belajar dari pendamping yang sudah lebih lama. Ada juga pendamping yang lebih lama kurang bisa membimbing pendamping yang baru dengan baik bahkan meninggalkan pendamping baru sehingga hasil “masakan”nya kurang baik. Akibatnya seringkali hasil olahan ketika disajikan malah dicela di ruang keluarga bahkan juga di ruang depan oleh para tamu. Akibatnya ketika sudah ditegur malah ada pendamping (terutama pendamping baru) yang undur dari kegiatan pendamping bahkan ada yang hilang tetapi kabarnya tidak jelas karena apa. Namun ada pendamping yang bertanggung jawab dan berusaha memperbaiki kinerjanya sehingga tetap bertahan.
Kamar tidur: tempat yang privasi, biasanya terjadi percakapan dari hati ke hati yang lebih dalam dan lebih lepas daripada di ruang keluarga. Ingat kembali bahwa tidak semua dibicarakan di ruang keluarga. Pada dasarnya kamar tidur pendampingan sebaiknya hanya satu kamar, namun yang terjadi seringkali kamar pendamping dibedakan berdasarkan angkatan, sehingga jumlahnya lebih dari satu. Minimal ada dua atau tiga kamar, satu kamar bagi pendamping baru, kamar lainnya bagi pendamping lama, dan kamar ketiga adalah bagi kelompok tertentu tanpa diketahui dan disepakati secara jelas fungsi dan manfaatnya oleh seluruh individu dalam tim tersebut. Dalam satu angkatan bisa saja terlihat kompak, namun bila disatukan dengan angkatan lainnya menjadi rapuh, sehingga pengelompokan sangat jelas terlihat. Terkadang ada masalah dalam satu angkatan yang tidak diketahui oleh angkatan lain yang seharusnya melibatkan keseluruhan pendamping sebagai satu tim. Ada juga masalah tim yang dibicarakan hanya oleh satu angkatan atau bahkan oleh orang-orang tertentu saja tanpa kesepakatan bersama. Pada kamar yang satu para pendamping membicarakan pendamping pada kamar lainnya, demikian juga sebaliknya. Akibatnya seringkali penyelesaiannya tidak baik, bahkan yang muncul adalah rasa saling curiga, kesalahpahaman, saling tuduh, dan masalah baru lainnya. Seharusnya tim pendamping tidak lagi mengenal angkatan sebagai pemisah (namun bisa sebagai penanda) atau kelompok tertentu yang ilegal, melainkan sebagai satu tim dalam satu kamar yang berbicara dari hati ke hati dalam kondisi lebih rileks.
Kamar mandi: tempat yang paling privasi dimana orang membersihkan diri dari segala kotoran. Orang tersebut akan membuka pakaian kotornya lalu membersihkan tubuh/buang air lalu mengeringkan tubuh dan berpakaian kembali yang seharusnya dengan pakaian bersih. Di tempat ini seharusnya masing-masing pendamping menyadari kekurangan dirinya, kekotorannya dimana pendamping memang tidak sebaik yang orang lain kira dan lihat dari luar: tidak seperti yang tamu bayangkan seperti pada ruang teras, ada motivasi yang salah sebagai pendamping misalnya menjadi pendamping semata-mata hanya mencari pacar, tidak komitmen terhadap janji semula (ingkar janji), dusta, kemunafikan, egois, emosi yang tidak dapat dikendalikan, amarah berkepanjangan, tangisan karena tidak menerima suatu perlakuan/pernyataan, belum dapat memaafkan bahkan dendam, saling menyalahkan, kemalasan, melarikan diri dari tanggung jawab, keras kepala, pikiran dan kata-kata kotor, tidak profesional dalam bekerja karena sulit menentukan prioritas atau tidak dapat memisahkan urusan cinta dengan tugas sebagai pendamping, ada yang melakukan hubungan seks sebelum menikah dan beberapa ada yang terpaksa menikah karena keburu hamil akibat perbuatannya, (apakah termasuk pacaran beda iman????). Masih banyak lagi hal kotor lainnya yang melekat pada diri pendamping. Pendamping tersebut membersihkan tubuh dan mengeringkan dirinya dengan meminta maaf baik kepada Tuhan, dirinya, dan atau sesama serta berusaha memperbaiki sikap. Beberapa diantaranya mengenakan pakaian yang bersih dan sisanya ada yang tetap mengenakan pakaian kotor sehingga tetap kotor entah mereka menyadarinya atau tidak. Bahkan ada saja pendamping yang tidak mau memasuki kamar mandi ini karena masih enggan membuang kotoran dari dirinya baik disadari maupun tidak disadari. Tetapi mereka tetaplah bagian dari keluarga tim pendamping.
Baik buruknya, benar salahnya, dan lebih kurangnya pendamping, pendamping tetaplah satu keluarga yang berusaha saling mendukung untuk kehidupan yang lebih baik bagi pendamping maupun para tamu baik yang mendatangi pendamping maupun yang pendamping hampiri. Ada pendamping yang hanya satu tahun atau bahkan satu semester aktif, tapi bagaimanapun mereka adalah pendamping dan akan selalu diterima dalam keluarga pendamping sampai kapanpun keluarga ini ada. Mungkin ada pendamping yang nantinya dilupakan, namun datanglah karena dia akan tetap diakui sebagai pendamping mahasiswa Katolik IPB. Apakah anda mau tinggal di rumah unik yang disebut sebagai “PENDAMPING”?? Jika mau, bersiaplah dalam kehidupan pendamping.
Pendamping juga adalah manusia bermasalah yang bodoh dan lamban yang masih perlu belajar,
jadi terimalah dia sebagai manusia yang berusaha untuk belajar, bukan sebagai manusia setengah dewa.
Lukas 24:25
Jl. Perwira No. 10 Darmaga Bogor 16680
Sabtu, 13 Maret 2010, 02:22 WIB
Pendamping 1998-2010,
Lumban Nauli Lumban Toruan
RSS Feed
Twitter