<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tim Pendamping IPB</title>
	<atom:link href="http://timpendamping.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpendamping.com</link>
	<description>tempat berubahnya ulat menjadi kupu-kupu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Mar 2011 14:11:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita dari Gerbong Tiga</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/cerita-dari-gerbong-tiga</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/cerita-dari-gerbong-tiga#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 13:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerbong Tiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan itu seperti awan yang berarak-arakan di langit yang luas. Terkadang putih gendut-gendut dan cantik, bergumpal-gumpal seperti gula kapas yang sedap. Terkadang tampak suram dan begitu sedih. Terkadang tampak bergelayut hitam seperti menyedot kebahagiaan siapapun yang di bawahnya. Aku memperhatikan itu dari kaca jendela gerbong tiga kereta pakuan ekspress yang membawa jasadku dari bogor ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Kehidupan  itu seperti awan yang berarak-arakan di langit yang luas. Terkadang<br />
putih gendut-gendut dan cantik, bergumpal-gumpal seperti gula kapas yang  sedap.<br />
Terkadang tampak suram dan begitu sedih. Terkadang tampak  bergelayut hitam<br />
seperti menyedot kebahagiaan siapapun yang di bawahnya.</p>
<p>Aku  memperhatikan itu dari kaca jendela gerbong tiga kereta pakuan ekspress<br />
yang membawa jasadku dari bogor ke jakarta. Pikiranku terbang bebas  menembus<br />
rangkaian kereta itu, meninggalkan teman seperjalananku yang  tertidur lelap<br />
dalam mimpinya yang indah. Jauh melayang sampai ke awan  gemawan dan melihat<br />
kehidupan di bumi yang kecil.</p>
<p>Pernahkah  terpikir olehmu bahwa aku ini seperti narapidana yang sudah menjalani<br />
proses persidangan dan divonis sebuah hukuman? Mungkin kamu akan  melihatku<br />
tertawa seolah-olah dunia ini berpihak padaku. Tidak. Aku  merasa seperti sebuah<br />
layang-layang yang diterbangkan dengan seutas tali  yang rapuh. Ketika aku<br />
membumbung tinggi dengan mimpi-mimpiku dan  dorongan palsu untuk meraihnya,<br />
ketika aku merasa sebebas merpati dan  tertawa lepas dalam kebahagiaan yang<br />
wajar dan manusiawi, aku ditarik ke  bawah&#8230; Aku ditarik kebawah dengan begitu<br />
hebat dan tali itu putus&#8230;  Saat itu aku mengutuki gravitasi yang membuatku<br />
tersedot ke bawah.</p>
<p>Aku  tidak pernah pergi ke lembaga pemasyarakatan, aku tidak pernah  melakukan<br />
tindak kriminal yang bertentangan dengan hukum. Tapi kawan,  aku tahu rasanya<br />
dipenjara. Aku tahu bagaimana rasanya mimpi-mimpi dan  perjuanganmu dimutilasi.<br />
Rasanya seperti hendak berteriak tapi tidak  punya mulut. Rasanya seperti ingin<br />
mencucurkan air mata tapi tidak punya  mata. Orang bilang setiap pribadi boleh<br />
memiliki pilihan. Bagaimana  kalau yang tersisa dalam pilihan itu semuanya<br />
buruk? Tentu kamu akan  memilih yang terbaik dari yang terburuk. Dimana pilihan<br />
itu jatuh pada  seutas tali yang mengikat diri ini supaya tidak terbang lagi.</p>
<p>Aku  tersenyum pahit dan mengirimkan air mataku pada rintik hujan yang turun<br />
dari langit. Sulit menghitung berkat saat merasa pedih seperti ini tapi  aku<br />
tetap mencoba bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang dan  nanti. Aku<br />
sekarang tahu apa perasaan Harry Potter saat dia mengetahui  ramalan dirinya dan<br />
Voldemort, harus dia yang maju dalam peperangan itu.  Aku sekarang mengerti<br />
perasaan Yesus saat dia berdoa di Getsemani  sebelum Dia dibunuh.</p>
<p>Ya&#8230; itulah peperangan yang akan kuhadapi, sendiri&#8230;</p>
<p>Bunyi  seorang anak kecil batuk-batuk membawaku kembali ke gerbong itu. Aku<br />
menengok ke teman seperjalananku yang terkulai di sebentar di bahuku,  tertidur<br />
lelap dalam kedamaian. Aku tersenyum&#8230; Damai sekali wajah muda  ini. Tergores<br />
di keningnya begitu banyak harapan dan masa depan yang  gemilang. Kehidupan yang<br />
panjang membentang seperti belantara perawan  yang siap dijelajahi dengan<br />
petualangan yang asyik. Seperti seekor  merpati yang siap terbang bebas menembus<br />
langit-langit luas.</p>
<p>Aku  menarik satu napas panjang, mencoba menyemangati diri sendiri. Hatimu<br />
adalah milikmu yang paling pribadi. Mereka mungkin berhasil merenggut<br />
kehidupanmu. Tapi tidak dengan hatimu, yang terlindung di dalam cintamu  yang<br />
murni. Tetaplah hidup, tetaplah mengasihi, dan tetaplah tertawa&#8230;  Aku<br />
tersenyum lagi dan menepuk teman seperjalananku, membangunkannya,  karena kereta<br />
sudah memasuki stasiun terakhir tujuan kami&#8230;.</p>
<p>Kota Hujan, 6 February 2011</p>
<p>Capung Merah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/cerita-dari-gerbong-tiga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Saat di Pertapaan Lama</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/indahnya-saat-di-pertapaan-lama</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/indahnya-saat-di-pertapaan-lama#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 04:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Hai teman-temanku semua, Entah ini kali keberapa aku bergabung dengan keluargaku di Tim Pendamping IPB saat mengadakan retret untuk mahasiswa baru angkatan 2010-2011.  Suasana hangat masih tetap sama seperti 10 tahun yang lalu, berbagi pekerjaan satu dengan yang lain, menyiapkan semua materi untuk adi-adik.  Semua masih terekam indah dalam ingatanku saat ini. Canda tawa serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hai teman-temanku semua,</p>
<p style="text-align: justify;">Entah ini kali keberapa aku bergabung dengan keluargaku di <strong>Tim Pendamping IPB</strong> saat mengadakan retret untuk mahasiswa baru angkatan 2010-2011.  Suasana hangat masih tetap sama seperti 10 tahun yang lalu, berbagi pekerjaan satu dengan yang lain, menyiapkan semua materi untuk adi-adik.  Semua masih terekam indah dalam ingatanku saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Canda tawa serta air mata bahagiapun aku temukan di tempat retret itu, sebentar namun tetap saja mengingatkan aku pada waktu yang telah berlalu bersama keluargaku di Tim Pendamping di tahun 2002.   </p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih Tuhan, Kau telah memperkenanku bergabung di dalam keluarga Tim Pendamping IPB.</p>
<p style="text-align: justify;">Selalu Bangga Menjadi Bagian dari Tim Pendamping IPB,</p>
<p style="text-align: justify;">dyo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/indahnya-saat-di-pertapaan-lama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga yang Utuh</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/keluarga-yang-utuh</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/keluarga-yang-utuh#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 02:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Saya lahir, hidup, dan dibesarkan dalam keluarga yang unik. Ditinggalkan ayah kandung pada usia balita demi wanita idaman lain, hidup bersama ayah tiri dengan tujuh saudara tiri, dan berakhir dengan hidup dengan seorang ibu yang sudah menjadi janda dan seorang nenek pikun yang setengah gila. Kehidupan yang heterogen dan penuh warna, penuh goresan dan penuh luka. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya lahir, hidup, dan dibesarkan dalam keluarga yang unik. Ditinggalkan ayah<br />
kandung pada usia balita demi wanita idaman lain, hidup bersama ayah tiri dengan<br />
tujuh saudara tiri, dan berakhir dengan hidup dengan seorang ibu yang sudah<br />
menjadi janda dan seorang nenek pikun yang setengah gila. Kehidupan yang<br />
heterogen dan penuh warna, penuh goresan dan penuh luka. Di satu sisi saya<br />
sangat menghargai semua pelajaran hidup yang saya yakin adalah tempaan dari<br />
Tuhan. Emas murni ditempa dalam api, manusia diuji dalam kancah penderitaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan air mata yang ingin saya bagikan disini, hanya sekedar pergumulan dari<br />
hati yang sudah terkoyak. Sering dalam tidur saya, saya terbangun tengah malam<br />
dan mendapati air mata mengalir tanpa saya tahu sebabnya, bahkan saya yakin saya<br />
tidak bermimpi buruk. Saya pernah membaca satu kalimat di sebuah artikel, &#8220;air<br />
mata adalah doa dari hati yang terluka&#8221;, di lain artikel saya membaca &#8220;Tuhan<br />
menciptakan tangisan supaya penderitaan di hati manusia berkurang&#8221;. Beberapa<br />
saat setelah terjaga, pernah terlintas dalam hati saya, &#8220;Bagaimana sih rasanya<br />
punya keluarga yang utuh? Bagaimana sih rasanya punya masa kecil ditimang-timang<br />
ayah dan ibu? Bagaimana sih rasanya punya saudara kandung? Bagaimana sih rasanya<br />
punya seseorang untuk berbagi dan bersandar?&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mendapatkan jawaban itu disebuah film berjudul &#8216;Bride War&#8217;, disitu persis<br />
terungkapkan pertanyaan saya dan salah satu tokoh di film itu menjawab, &#8220;Kita<br />
tidak mungkin memiliki segalanya dalam satu waktu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Kota Hujan, 30 Desember 2010<br />
Capung Merah</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/keluarga-yang-utuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mas, Si Tukang Bakso</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/mas-si-tukang-bakso</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/mas-si-tukang-bakso#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 08:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel]]></category>
		<category><![CDATA[gusur]]></category>
		<category><![CDATA[kena gusur]]></category>
		<category><![CDATA[penjual bakso]]></category>
		<category><![CDATA[tukang bakso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya sedikit frustasi sebenarnya. Ada urusan yang membuat saya meninggalkan pekerjaan saya di laboratorium untuk beberapa hal, aku harus ke  ujung kota ini dan melawan kemacetan yang terjadi dimana-mana. Setengah  terburu-buru saya mengutuk kemacetan jl. Raya Bogor-Jakarta yang terjadi karena  penggusuran bengkel dan warung semipermanen di sepanjang pinggir jalan itu oleh  petugas satpol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify">Hari ini saya sedikit frustasi sebenarnya. Ada urusan yang membuat saya meninggalkan pekerjaan saya di laboratorium untuk beberapa hal, aku harus ke  ujung kota ini dan melawan kemacetan yang terjadi dimana-mana. Setengah  terburu-buru saya mengutuk kemacetan jl. Raya Bogor-Jakarta yang terjadi karena  penggusuran bengkel dan warung semipermanen di sepanjang pinggir jalan itu oleh  petugas satpol pp dan petugas kepolisian. Raut muka pemilik warung terlihat  kuyu, patah semangat dan penuh rasa bersalah.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Saya tidak punya waktu banyak untuk bersimpati ataupun merenungkan nasib mereka, saya menggeber motor menyelinap diantara mobil-mobil yang padat merayap. Saya harus segera sampai dan segera kembali sebelum jam 3, waktu itu jam 11.30. Hmm, ternyata Tuhan ingin  menunjukkan sesuatu, hp saya berdering terus-menerus, takut itu telp dari orang  di lab, saya menepikan motor dan mengangkat telp. Kebetulan atau tidak saya menepikan motor persis di sebelah gerobak bakso yang tampaknya ramai pembeli.</p>
<p>Setelah menerima telpon, saya masih mengirim beberapa sms penting. Sambil mengetik sms, saya mau tidak mau mendengar percakapan orang-orang itu, yang ternyata pemilik warung dan lapak yang digusur petugas. Bukan itu yang menarik  perhatian saya, tapi mas tukang bakso itu, dia memanggil dan mondar-mandir melayani mereka dengan bermangkok-mangkok bakso&#8230; Dia kembali ke gerobaknya  meracik bakso dan mengantarnya ke beberapa orang yang duduk di bekas warung  mereka, &#8220;Ini kang.. ini.. ayoooh, ambil&#8230; gratis.. urang kasih gratis hari ini&#8230; ulah ceurik deui kang&#8230; Alloh kasih rejeki lain ntar, ayoooh..&#8221;</p>
<p>Dia masih muda, mas itu, berkaos hitam, bercelana jeans, dan berambut keriting.  Berperawakan kurus dan berkulit hitam&#8230; Tapi di mata saya&#8230; dia punya dua  sayap di punggungnya.</p>
<p>Kota Hujan, 27 Oktober 2010<br />
Capung Merah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/mas-si-tukang-bakso/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nenek, dokter, dan idaman hati</title>
		<link>http://timpendamping.com/embun-jiwa/nenek-dokter-dan-idaman-hati</link>
		<comments>http://timpendamping.com/embun-jiwa/nenek-dokter-dan-idaman-hati#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 17:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herold</dc:creator>
				<category><![CDATA[Embun Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab : Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah Bis yang saat ini juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-267" title="lone-rider" src="http://timpendamping.com/wp-content/uploads/2010/09/lone-rider.jpg" alt="lone-rider" width="353" height="233" /></p>
<p>Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab :</p>
<p style="text-align: justify;">Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah Bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya di daerah itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :</p>
<p style="text-align: justify;">- Seorang NENEK TUA yang sekarat</p>
<p style="text-align: justify;">- Seorang DOKTER yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">- Seseorang yang selama ini menjadi IDAMAN HATI Anda dan akhirnya Anda temukan</p>
<p style="text-align: justify;">Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:</p>
<p style="text-align: justify;">Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan. Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi yang mana yang Anda pilih ?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk direnungkan :</p>
<p style="text-align: justify;">Dari 2000-an orang pelamar HANYA 1 ORANG yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat seperti ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan Sang idaman hati saya untuk menunggu Bis kembali menolong kami&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ya.. jawaban diatas adalah jawaban yang terbaik bukan? tapi kenapa sebagian besar hal tersebut tidak kita pikirkan sebelumnya?? Apakah karena kita terbiasa dengan TIDAK MAU UNTUK MELEPAS apa yang sudah kita dapatkan ditangan dengan susah payah. Dan bahkan berusaha meraih lagi sebanyak-banyaknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar&#8230;</p>
<p><em>(Sekedar meneruskan inspirasi dari seorang sahabat, Ita D. Azly)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">Herold</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/embun-jiwa/nenek-dokter-dan-idaman-hati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chats With a 3 Year Old</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/chats-with-a-3-year-old</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/chats-with-a-3-year-old#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 11:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[arofanti]]></category>
		<category><![CDATA[diego]]></category>
		<category><![CDATA[Dora]]></category>
		<category><![CDATA[naia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Dear all of my friends, Arofanti wrote this article on August 31,2010.  She lived in Bali with her precious daughter &#8220;Naia&#8221;.  With this article hope you can find something there. I believe you can change fate by calling out to the universe, so that it conspires to your wishes&#8230;.but destiny is irrefutable. I also believe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dear all of my friends,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://arofanti.wordpress.com/">Arofanti </a>wrote this article  on August 31,2010.  She lived in Bali with her precious daughter &#8220;Naia&#8221;.   With this article hope you can find something there.</p>
<p style="text-align: justify;">I believe you can change fate by calling out to the universe, so that it  conspires to your wishes&#8230;.but destiny is irrefutable. I also believe  that new crispy linen on a made bed should not be touched at all, unless  it’s bedtime.<span id="more-261"></span></p>
<p style="text-align: justify;">This was written 9 months ago, as my little girl was shy of turning  3.</p>
<p style="text-align: justify;">Mami : Hey Naia, what would you like for breakfast today?<br />
Naia : Ummm…I don’t want any breakfast tengtu (thank you).<br />
Mami : Ok, I’ll rephrase that. Would you like eggs or toast for  breakfast?<br />
Naia : Umm…chocolates</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-76"> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Naia playing with her cash register pretending to be at the  check-out.<br />
Mami : So how much will that cost?<br />
Naia : Empat-puluh ribu (40 thousand rupiahs)<br />
Naia : Here’re your groceries Bu, and here’s your money.<br />
Mami : (Left utterly speechless and dumbfounded)</p>
<p style="text-align: justify;">Naia and mami pretending to sell jellies at a warung<br />
Naia : Bu, which one do you like? The strawberry or orange jelly?<br />
Mami : I’d like the …. (thinking of the right answer)… orange one,  please.<br />
Naia : You like the strawberry one, RIGHT?<br />
Mami : Sure. Hand it over.</p>
<p style="text-align: justify;">Mami : Hey princess, it’s bath time.<br />
Naia : No it’s not. It’s ice-cream time.<br />
Mami : Like we’ve ever had a particular time for ice-cream hunny. C’mon,  bath.<br />
Naia : Dora likes ice-cream too..</p>
<p style="text-align: justify;">Naia throwing her dolls in the air<br />
Mami : Hey Naia. What are you doing that for?<br />
Naia : Because it’s snowing.<br />
So we put our jackets on…</p>
<p style="text-align: justify;">Naia using an empty cologne bottle as a mobile-phone<br />
Naia : Assalamualaikum Weng-weng..<br />
Mami : Weng-weng? Who’s that?<br />
Naia : (ignoring Mami’s question)<br />
Weng-weng lagi meninggal kan? (You’re currently dead right?)<br />
Mami : Hunny, people just die. They’re just dead.<br />
Naia : Bye Weng-weng. Assalamualaikum, Kumsalaam..</p>
<p style="text-align: justify;">Passing by Bread Talk<br />
Naia : Mami I’m hungry.<br />
Mami : So, what would you like to eat?<br />
Naia : Bread mami. I’m reaaallly hungry.<br />
Mami : Ok, choose which one you’d like to eat.<br />
Naia : I want this one. Strawberry. Strawberry. Deliciouso (too much  Dora)</p>
<p style="text-align: justify;">Arriving at home<br />
Mami : Here you go baby, here’s your bread.<br />
Naia : Hmm..yummy.. deliciouso (while licking the jam)<br />
Mami : I thought you were hungry, why aren’t you eating the bread? Try  the bread dear. It’s also deliciouso.<br />
Naia : (trying the bread and putting on a sour face). I don’t like the  bread.<br />
Mami : But you said you were hungry and chose this one.<br />
Naia : But I’m hungry.<br />
Mami : Heh? (eating Naia’s bread out of frustration).</p>
<p style="text-align: justify;">Naia : Mami I want to go to Bali.<br />
Mami : But we are in Bali.<br />
Naia : I want to go to Bali and swim.<br />
Mami : Aaaah…you mean hotel.</p>
<p style="text-align: justify;">Naia : (singing) I’ll be there to protection..<br />
Mami : What are you singing Nai?<br />
Naia : I’ll be There.<br />
Mami : Oooh..It’s I’ll be there to protect YOU.<br />
Naia : Protec-TION.<br />
Mami : You.<br />
Naia : Tion.<br />
Mami : You.<br />
Naia : Tion. Tion. Tion.<br />
Mami : Tion.<br />
Naia : You.<br />
Mami : Yesssss!!</p>
<p style="text-align: justify;">After the incident of busting my DVD-rom on my MacBook by pushing 2  DVDs inside<br />
Mami : What happened?<br />
Naia : Well, I wanted to watch Dora. So I put Dora in. But Diego was  inside. So, now your computer is broken.<br />
Mami : Yeah, I noticed. So, now that the computer is broken, you can’t  use it to watch anything again. No Dora. No Diego.<br />
Naia : Oh well. Ok.<br />
Mami : Could you be more careful next time?<br />
Naia : Diego careful?<br />
Mami : Aaaarrrgh..<br />
Naia : Be careful mami..</p>
<p style="text-align: justify;">Naia : Mami, why are you sad?<br />
Mami : I’m ok honey. I just miss Papi very much.<br />
Naia : It’s ok Mami. Naia’s here. Smile <img src='http://timpendamping.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Source :<a href="http://arofanti.wordpress.com/"> Arofanti&#8217;s Blog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/chats-with-a-3-year-old/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PP 2010: The New Generation is Born</title>
		<link>http://timpendamping.com/lebih-dekat/pp-2010-the-new-generation-is-born</link>
		<comments>http://timpendamping.com/lebih-dekat/pp-2010-the-new-generation-is-born#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 16:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chontrad Gan</dc:creator>
				<category><![CDATA[lebih dekat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/pp-2010-the-new-generation-is-born</guid>
		<description><![CDATA[Wah, telat juga nih laporannya&#8230; tapi tak apa daripada tak ada sama sekali. Setelah melalui berbulan-bulan masa PP yang cukup melelahkan bagi Pendamping maupun CCP, akhirnya pada tanggal 15 Agustus kemarin para Pendamping 2010 resmi dilantik. Ada 13 generasi penerus yang sangat diandalkan Pendamping saat ini 1. Bayu Ardy Kresna (Bayu) THP 46 2. Christian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, telat juga nih laporannya&#8230; tapi tak apa daripada tak ada sama sekali.</p>
<p>Setelah melalui berbulan-bulan masa PP yang cukup melelahkan bagi Pendamping maupun CCP, akhirnya pada tanggal 15 Agustus kemarin para Pendamping 2010 resmi dilantik. Ada 13 generasi penerus yang sangat diandalkan Pendamping saat ini</p>
<p>1. Bayu Ardy Kresna (Bayu) THP 46<br />
2. Christian Arianto R (Cece) ITP 46<br />
3. Manuella Septiana Bawintil (Septi) Komunikasi<br />
4. Paulus Fernando Tandayu (Nando) IKK 46<br />
5. Michael Christianto (Ch) ILKOM 46<br />
6. Albert Adrianus (Albert) ILKOM 46<br />
7. Theresia Makaria Farneubun (Tere) KSHE 46<br />
8. Martha Dara Ayuningtyas (Dara) Komunikasi<br />
9. Silvana Godelifa Marsiana Fofid (Ana) THP 46<br />
10. May Parlindungan (May) GFM 46<br />
11. Athink Rikson Kristian (Rikson) GFM 46<br />
12. Erlanda Augupta Pane (Pane) TEP 46<br />
13. Donatila Faranso(Dona) PRAUNIV 46/AGH 47</p>
<p>Selama masa PP, generasi penerus kita semua ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam rangkaian PP selama kurang lebih 5 bulan&#8230; Sungguh luar biasa&#8230;</p>
<p>Semoga Pendamping terus dapat menjadi wadah kalian bertumbuh dan berkembang!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/lebih-dekat/pp-2010-the-new-generation-is-born/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blessing in disguise</title>
		<link>http://timpendamping.com/sayang-untuk-dilewatkan/blessing-in-disguise</link>
		<comments>http://timpendamping.com/sayang-untuk-dilewatkan/blessing-in-disguise#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 17:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herold</dc:creator>
				<category><![CDATA[sayang untuk dilewatkan]]></category>
		<category><![CDATA[blessing in disguise]]></category>
		<category><![CDATA[white lie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Dear all, Tadi malam saya chatting dengan salah seorang rekan lama, dia seorang pendamping juga&#8230; Obrol punya obrol, keluarlah istilah Blessing in disguise diantara percakapan kami&#8230;. hmmm&#8230;nampaknya istilah ini cukup menarik perhatian kami Kalo dari hasil search di kamus / dictionary/ praktisi, arti blessing in disguise berarti sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all,</p>
<p>Tadi malam saya chatting dengan salah seorang rekan lama, dia seorang pendamping juga&#8230; Obrol punya obrol, keluarlah istilah <strong>Blessing in disguise</strong> diantara percakapan kami&#8230;. hmmm&#8230;nampaknya istilah ini cukup menarik perhatian kami <img src='http://timpendamping.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalo dari hasil search di kamus / dictionary/ praktisi, arti blessing in disguise berarti sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi akibat adanya kejadian itu dapat membawakan berkah dan hasil positif &#8230;.</p>
<p>tapi mungkin ada yg berpendapat : Bersenang-senang di atas penderitaan orang lain&#8230;</p>
<p>Nah lo gimana niy? apakah istilah Blessing in disguise mengandung konotasi negatif seperti WHITE LIE??</p>
<p>Hmm&#8230;. kami berharap posting-an ini dapat dilihat oleh banyak orang dan kami berharap ada komentar dari kalian yaaa supaya website ini jadi lebih interaktif, jadi sifatnya 2 arah&#8230;</p>
<p>Thanks!</p>
<p>Salam,</p>
<p>herold</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/sayang-untuk-dilewatkan/blessing-in-disguise/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Tanpa Kata-kata</title>
		<link>http://timpendamping.com/embun-jiwa/kasih-tanpa-kata-kata</link>
		<comments>http://timpendamping.com/embun-jiwa/kasih-tanpa-kata-kata#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 10:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chontrad Gan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Embun Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar share cerita bagus lagi nih buat inspirasi kita&#8230; Suatu kali, saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar share cerita bagus lagi nih buat inspirasi kita&#8230;</p>
<p>Suatu kali, saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak  mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang  yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja  sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung.</p>
<p>Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya di  antara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan  sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri  yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka  keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si  anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami  ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka  sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning  kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang  tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia  melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan  perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut  makan dengan lahap.</p>
<p>Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya.  Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan  penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium  satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan  mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh  ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti  ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang.  Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan  kami meninggalkan meja satu persatu- tanpa menghabiskan makanan. Melihat  ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu,  seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat  pengunjung lainnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat  mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya  tetap menikmati mie dengan segala kecuekannya. Seolah-olah tidak ada bau  disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa  berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula  saya ditraktir makan dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh  dan tidak sopan. Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum  meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang  diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan, ia hanya duduk paling lama  sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya  dengan jengkel.</p>
<p>Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa  lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu  duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa  terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang  saya rasakan.</p>
<p>Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di  saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak  berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik  bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si  suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil  kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang  itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga  itu.</p>
<p>Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka  teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu.  Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu  dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga  itu. Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing  di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain  meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya.  Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat  sikap teman saya yang cuek.</p>
<p>Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana  mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar-benar tidak mustahil.  Ini benar-benar keajaiban. Ajaib bagaimana semua ayat-ayat di dalam  kitab suci tentang mengasihi sesama dapat diwujudkan tanpa perkataan  dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie  sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang  tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang  terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah  menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman.  Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia  tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat  terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri  sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak  melakukannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/embun-jiwa/kasih-tanpa-kata-kata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membunuh Monster</title>
		<link>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/membunuh-monster</link>
		<comments>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/membunuh-monster#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 07:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Capung Merah</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[mc]]></category>
		<category><![CDATA[membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[monster]]></category>
		<category><![CDATA[tentakel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/membunuh-monster</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah cerpen fiktif dariku, tadi bukan hal yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita. Cerita ini pernah dibawakan di suatu acara kita tahun 2006, tapi aku pikir masih layak untuk dibagikan bagi yang belum mendengar. Aku adalah anggota Tim Pendamping, sebuah tim pelayanan di IPB. Dalam tim ini aku punya seorang sahabat. Namanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini adalah cerpen fiktif dariku, tadi bukan hal yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita. Cerita ini pernah dibawakan di suatu acara kita tahun 2006, tapi aku pikir masih layak untuk dibagikan bagi yang belum mendengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku adalah anggota Tim Pendamping, sebuah tim pelayanan di IPB. Dalam tim ini aku punya seorang sahabat. Namanya Clara, dia cantik, menarik, cerdas, supel, banyak ide, dan lain-lain. Dia seperti pelita di tengah badai. Selalu menjadi pusat perhatian. Sedang aku adalah sebutir batu hitam ditengah semak-semak, bisu, tidak berarti, tidak tampak.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu kali seperti biasa, kami mengadakan rabuan untuk membahas kegiatan, materi, danus, dan sebagainya. Aku datang paling awal. Itulah pendamping, kadang tidak menghargai waktu, setelah setengah jam aku menunggu, anak-anak bermunculan dan kita mulai rapat. “Jumat depan kita pembinaan, PJ pembinaan silakan&#8230;”, kata koordinator pendamping memulai rapat. “ Oke, aku sudah berembuk dengan anak materi, besok temanya ‘lingkungan baru’, MCnya Ria dan Doni.bla&#8230;bla..bla&#8230;” tentu saja aku langsung terkejut, aku? MC? Ah, pasti seru, aku kan jarang tampil di depan umum, hehehe&#8230; Belum selesai penjelasan dari PJ pembinaan, Clara muncul&#8230;”sori telat, abis latihan teater&#8230;”. Ya, aku tahu, tadi dia sudah sms bagaimana dia sibuk karena terpilih pemeran utama dalam drama yang akan dipentaskan, oh God, kenapa dia begitu sempurna. Tanpa sadar aku membiarkan monster iri hati menguasai hatiku&#8230; Dia mulai tumbuh membesar disitu dengan tentakelnya yang banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lagi bahas apa ni&#8230;?”, tanyanya sambil mulai ngubek-ubek tas ngeluarin agenda. Setelah diceritakan ulang, dia langsung punya 1001 ide untuk susunan acara dan materi. Lalu seperti biasa, anak-anak setuju dengan apa yang dikatakannya. Dan “Oh, gitu ya&#8230;lu kayaknya lebih ngerti deh enaknya acaranya gimana, sekalian aja ya lu nge-MC, lu kan bocor abis kalo ma Doni, gimana? Pada setuju gitu kan?”, kata PJ pembinaan. Aku? Ria? Lupakan aja, deh&#8230; “Kata gue, Ria renungan penutup, ya&#8230; gimana?”, lanjut Clara, ya&#8230;aku&#8230;tukang berdoa, atau renungan, ya kan? Aku kan alim. Hmmm&#8230; aku cuma senyum, ngangguk, dan bilang “ya udah&#8230;”. Di dalam hatiku, monster itu menggerung tidak senang .</p>
<p style="text-align: justify;">Malamnya, di kamar, tentu saja ada Clara, satu kost sih&#8230; Dia akan menceritakan sepuluh juta kata tentang kejadian yang dialaminya hari ini. Mulai kuis praktikum yang dapet 100 sampai sms dari fans-fansnya. Lalu pembicaraan kami, sebenarnya monolog Clara sampai pada pendamping, tempat dimana aku dan dia satu tim. “Ria, nanti renungan pembinaan tentang apa? Konsepnya seperti apa?”, tanyanya, “Em&#8230;seperti ini&#8230;”, aku mulai menjabarkan konsepku, dan dia cuma mengangguk-angguk. “Masalah begituan, gue selalu percaya ama lu, Ri&#8230;” katanya sambil menepuk-nepuk punggungku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba aku melihat Clara dari posisi baru. Dia percaya padaku, sahabatnya&#8230;dan dia tidak pernah melupakanku, setiap kali ada acara dia mengajakku, menunjukku, seperti kata dia sesuai karakterku, dia mengenalku, dan kalau aku pikir&#8230;tugasku sebenarnya juga berat dan penting. Dia tidak tahu kalau aku yang pertama mau jadi MC, dia juga tidak minta. Dia juga bukan orang yang sangat sempurna&#8230; Aku sahabatnya, aku tahu kapan dia gagal, menangis&#8230; Aku sadar, aku mulai mencekik monster yang selama ini hidup dihatiku, kupotong-potong tentakelnya sebelum dia menjalar keseluruh hidupku, huh, I&#8217;ll show you who is the master ugly monster!!! Setelah monster itu mati, aku berkata padanya, “Clara, bisakah kau ajari aku jadi MC? Bukan untuk yang besok sih, tapi&#8230; lain kali?”, dia membuka mata, “Oh, gitu&#8230;? gue yakin kok, lu bisa&#8230; Ri, tahu ga, gue selalu pilih lu paling akhir, bukan karena gue ga percaya ama lu, tapi karena gue nunggu lu meminta sesuatu&#8230;mengusulkan sesuatu, atau menyuruh sesuatu, karena gue percaya lu sebenernya bisa&#8230; OK? Mau gantiin gue jadi MC?”, katanya sambil senyum-senyum. “ Aku percaya&#8230; MC? Boleh..” lalu kami tidur. Aku melirik sudut hatiku, ada bangkai monster disitu, syukurin lu, batinku, hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Yogyakarta, 6 Agustus 2010</p>
<p style="text-align: justify;">Capung Merah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timpendamping.com/catatan-kehidupan/membunuh-monster/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

