Dear Teman-teman di Tim Pendamping IPB,
Setelah beberapa hari yang lalu teman-teman semua telah menikmati hasil tarian indah jemari tangan capung merah di keyboard notebook dia kemudian di bagikan dalam blog Tim Pendamping, saat ini adalah waktu bagiku untuk berbagi kepada teman-teman semua di Tim Pendamping IPB.
Waktu telah berjalan begitu cepatnya kawan…tak terasa hampir sepuluh tahun aku berkecimpung di Tim Pendamping IPB, sebuah keluarga kecilku di IPB dimana banyak sekali hal-hal yang aku dapatkan disana. Bernyanyi, belajar sejarah, belajar berinteraksi dengan orang-orang baru, belajar membawakan sebuah materi ( yang awalnya tidak tahu sama sekali bahannya ), belajar berbicara di depan umum, belajar tentang manajemen emosi dan masih banyak lagi.
Hari ini aku sangat bersukur, berani menggunakan sedikit waktuku untuk melihat sejenak ke belakang, melihat hal-hal yang telah aku lakukan dan merenungkan kembali peristiwa yang membuat aku belajar tentang hidup.
Semasa di bangku kuliah tepatnya sepuluh tahun yang lalu, waktuku banyak aku habiskan hanya untuk membuat suatu jaringan pertemanan, jaringan sosial yang aku pikir akan selalu bermanfaat untuk masa depanku nanti. Saat teman-temanku asik membaca-baca buku, aku lebih senang menghabiskan waktuku untuk nongkrong bersama teman-teman di kantin Fakultas Perikanan (dolphin), kantin Fakultas Peternakan ( Hatz Chiken Fapet
) Alhasil melewati tahun pertamaku di bangku kuliah aku mendapatkan sebuah transkrip nilaiku tingkat pertama dan sangat bersukur saat mengetahui IPK-ku saat itu adalah 2.00
(aneh ya ??? padahal Nilai IPK tertinggi adalah 4
) bersukur karena tidak ada satupun mata kuliah yang harus aku ulang
.
Menjelang tahun kedua aku di IPB, aku bertemu beberapa orang yang cukup istimewa dan mulai mewarnai hariku saat itu, Kak Flo, kak Evi, Lumban n Ocha… entah mengapa kakak-kakak tersebut begitu baiknya memperhatikanku dan tidak pernah jemu dan bosannya menanyakan keadaanku, “sudah gereja belum?” dan berbagai pertanyaan simpel kepadaku yang akhirnya malah membuatku menjadi semakin dekat dengan mereka.
Ada cerita lucu yang hingga saat ini tak pernah aku lupakan jika ingat mereka. Beberapa kali aku di ajarin nyanyi and maen Gitar ma Kak Flo and Lumban untuk acara Pencarian Dana di Gramedia Pajajaran… berlatih serius ngafalin kunci hingga cara memetik gitarnya aku pelajari bener-bener. Setelah beberapa kali bertemu untuk latihan akhirnya siap donk untuk tampil untuk mencari dana…eh parah…temen-temen yang ikut mencari dana saat itu suaranya tidak masuk dengan kunci yang telah disepakati saat latihan sebelumnya, alhasil semua lagu diganti nada dasarnya…. My Gosh… aku cuma bengong dan ga isa mengikuti mengiringi teman-teman mencari dana. Dari awal menjadi pengiring eh…akhirnya dengan suara yang pas-pasan juga aku harus bergabung menjadi seorang vokalis saat itu
.
Masuk ke dalam Tim Pendamping IPB adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidupku, bener-bener kurasakan telah terbentuk kepribadianku serta pemikiranku saat ini…berbagai pengalaman serupun mulai mewarnai hidupku dari memberanikan diri untuk menjual kartu Natal (ngemper di BM and Regis) hasilnya saat itu untuk biaya mudik ke Solo hahahahah …. menjual susu di lapangan sempur dan Gereja Sukasari, menjual ikan, menjual udang, menjual makanan, dan yang terakhir adalah menjual Proposal penelitianku ke Departemen THP IPB. Kaget sie…di approved ” Kinerja Alat Ekstraksi Asap cair” itu judul penelitianku dengan basic Rekayasa Pangan yang hanya bernilai “C”
. Dana keluar dan aku resmi menjadi asisten dalam mata kuliah Rekayasa Pangan di Dept THP selama satu semester. Berbekal hanya dengan ilmu percaya diri
akhirnya aku masuk ke ruang kuliah pertama kalinya, memberikan satu soal kuis dan aku tinggalkan kelas untuk memberikan mereka keleluasaan bekerja sama saat itu
… kembali aku menikmati cappucino di dolphin setelah 30 menit aku kembali dan saat aku bertanya tak ada satupun yang bisa mengerjakan kuis yang aku berikan saat itu
. Akhirnya aku menerangkan di depan kelas bagaimana cara menyelesaikan soal tersebut, dan aku melihat team penelitianku ( baca : anak-anak asistensiku) dengan senyum kagum melihatku…. Terima Kasih Tuhan…aku telah memberikan sebuah kesan yang bagus buat mereka, menepis segala keraguan mereka tentang kakak Asdosnya yang biasanya hanya suka nongkrong saja. Guess What ?? terlihat aneh bukan ??? tiba-tiba aku terlihat begitu hebatnya didepan mereka… padahal saat itu soal kuis yang aku berikan adalah dari sebuah buku karangan Toledo yang pasti team penelitianku tidak memilikinya karena versi English
aku pilih satu soal aku afalin dan aku tulis cara penyelesaiannya hingga hafal yup 23 kali aku menulisnya hingga hafal :) cuma itu sebenernya kunci awalku untuk mendapatkan kesan pertama yang baik buat mereka
. Namun setelah selesai kelas pertama aku mulai bener-bener rajin membaca dan mendalami semua materi yang berhubungan dengan penelitianku dan tetap meninggalkan citra yang baik buat team penelitianku saat itu.
Aku meninggalkan IPB dengan IPK 2.56 (USB Ver 1.0
), sangat bangga tentunya karena ada peningkatan nilai hingga 0.56 selama 3 tahun
. Saat temen-temenku mendapatkan gelar Spi. Aku saat itu langsung diberi gelar oleh dosen pembimbingku MSc ( Mahasiswa specialis C
).
Saat ini aku beruntung mendapatkan suatu tempat di bagian Supply Chain perusahaan Flavour and Fragrance no. 2 di dunia, aneh ya hanya dengan IPK 2.56
segala hal tentang Kegiatanku di Tim Pendamping yang banyak aku share saat wawancara dahulu terutama tentang team working and team building, dan satu hal yang tak pernah kulupakan saat ditanya tentang ” dalam hidup kamu, kamu melambangkan kejujuran seperti apa? ” , dengan spontannya aku jawab “Udara” karena tanpa udara kita akan mati. Hanya satu pertanyaan itu yang dilontarkan User-ku dari New zealand yang sekarang telah tinggal di surga. Setelah itu ada panggilan lagi untuk General Check Up… inget banget saat itu pas ikut retret angkatan 43 di Pertapaan Lama… sekarang tinggal satu sebenernya yang aku kejar untuk masa depanku (suer…saat udah terwujud langsung aku share
).
Banyak sekali pelajaran yang aku lalui di Tim Pendamping IPB, yang terasa pahit telah aku nikmati semua.. yang menyesakkan dadapun telah aku rasakan… namun semua sekarang mulai terlihat hasilnya, beruntung aku telah memberanikan diri untuk memilih sebagai bola tenis saat semua hal yang tidak sesuai dengan keinginanku terjadi di dalam Tim Pendamping. Bukan sebagai sebutir telur. Karena telur terlihat kuat cangkangnya namun saat jatuhkan ke lantai akan langsung pecah, berbeda halnya dengan sebuah bola tenis…. terlihat lembek luarnya namun saat dilemparkan ke lantai dia akan bisa meloncat ke atas dan semakin keras kita melemparkannya ke lantai makin tinggi pula bola itu akan melambung
.
Terima kasih Kak Flo, Kak Evi, Lumban n Ocha telah mengenalkanku ke Tim Pendamping IPB. Tetaplah selalu Bekerja di Ladang Tuhan.
Semoga Bermanfaat,
dyo
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags:
satu hal yang aku salut darimu mas dyo, perjuanganmu, dan percaya dirimu.
kamu bukan apa-apa ketika kamu berpikir kamu bukan apa-apa. tapi kamu adalah seseorang ketika kamu berpikir kamu adalah seseorang. wait for my next article about it.
:ku angkat gelasku untukmu, brader:
Thank a lot Sista, kita tunggu hasil karyamu yang laen ya, oya sampai saat ini kita mempunyai 5 penulis buat blog kita ini, namun yang 2 orang masih malu2 sepertinya
kita tunggu aja ya
mantab gan…sejenak bijak bersama mas cahyo…
makasih juga sudah menyinari sebagian hidup adek mu ini…